DJKI tengah mematangkan rencana penyelenggaraan Forum Jurnalis ASEAN bersama Dewan Pers. Acara ini akan menjadi bagian dari rangkaian side event Bali Global Forum on Intellectual Property yang dijadwalkan berlangsung pada 2026.
Rencana ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan jurnalis di kawasan ASEAN untuk memahami lebih dalam isu kekayaan intelektual. Di era digital, konten berita sering kali tersebar cepat tanpa kontrol yang memadai, sehingga perlindungan hak cipta menjadi semakin relevan bagi media teknologi.
Forum tersebut diharapkan bisa menjadi wadah diskusi bagi jurnalis dari berbagai negara ASEAN. Topik yang dibahas meliputi pelaporan tentang inovasi teknologi, paten perangkat lunak, serta tantangan pelanggaran hak cipta di platform digital.
Salah satu konteks penting yang melatarbelakangi inisiatif ini adalah pertumbuhan ekonomi digital di ASEAN. Jurnalis teknologi kini sering meliput startup, kecerdasan buatan, dan aplikasi mobile yang semuanya melibatkan aspek kekayaan intelektual. Tanpa pemahaman yang baik, liputan mereka berpotensi kurang akurat atau bahkan menimbulkan sengketa hukum.
Selain itu, forum ini juga bisa memperkuat kerja sama regional dalam menghadapi isu pelanggaran konten lintas batas. Banyak kasus konten berita atau karya jurnalistik yang diambil tanpa izin dan disebarluaskan di negara tetangga, sehingga diperlukan standar pemahaman bersama tentang hak kekayaan intelektual.
Persiapan yang dilakukan DJKI bersama Dewan Pers menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melibatkan media sebagai mitra edukasi publik. Jurnalis yang paham isu IP diharapkan bisa menyampaikan informasi yang lebih bertanggung jawab kepada pembaca, khususnya di bidang teknologi.
Dengan format sebagai side event, forum ini juga berpeluang menarik perhatian peserta internasional yang sudah datang ke Bali untuk acara utama. Hal ini bisa membuka kesempatan networking bagi jurnalis lokal dengan praktisi IP dari berbagai negara.
Secara keseluruhan, inisiatif ini mencerminkan upaya menyelaraskan peran media dengan perkembangan regulasi kekayaan intelektual di tingkat regional. Jurnalis yang dilengkapi pengetahuan memadai akan lebih siap meliput isu teknologi yang semakin kompleks di masa depan.
