KPAI Soroti SDN Kebayoran Lama yang Roboh Dibiarkan 2 Tahun

Outdoors85 Views
0 0
Read Time:1 Minute, 30 Second

Kasus robohnya sebagian bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan kembali jadi sorotan. KPAI menekankan bahwa sekolah seharusnya jadi tempat aman bagi anak-anak, bukan malah membahayakan. Mirisnya, bagian bangunan yang ambruk itu sudah dibiarkan begitu saja selama dua tahun tanpa penanganan serius.

Kondisi ini jelas bikin resah orang tua dan guru. Anak-anak yang seharusnya fokus belajar malah harus menghadapi risiko setiap hari. Ruang kelas yang rusak bisa mengganggu proses belajar mengajar secara langsung. Banyak siswa akhirnya belajar di tempat yang tidak nyaman atau bahkan bergantian jam.

KPAI mengingatkan bahwa hak anak untuk mendapatkan lingkungan belajar yang aman adalah hal dasar yang tidak boleh ditawar. Sekolah bukan hanya soal kurikulum, tapi juga soal infrastruktur yang layak. Ketika bangunan dibiarkan rusak bertahun-tahun, itu sama saja mengabaikan keselamatan generasi muda.

Dampaknya tidak hanya fisik. Anak-anak yang sering melihat puing atau area terlarang di sekolah bisa merasa cemas dan tidak fokus. Lingkungan yang tidak aman secara tidak langsung memengaruhi motivasi belajar mereka. Orang tua pun jadi khawatir setiap pagi saat melepas anak ke sekolah.

Latar belakang masalah ini sebenarnya cukup umum di beberapa sekolah negeri: pemeliharaan bangunan yang lambat karena proses anggaran dan prioritas. Namun, ketika sudah sampai taraf roboh dan dibiarkan lama, dampaknya jadi lebih besar daripada sekadar kerusakan fisik. Anak-anak kehilangan waktu belajar efektif dan rasa aman di tempat yang seharusnya jadi kedua rumah mereka.

Ke depan, perlu ada mekanisme pelaporan yang lebih cepat dan transparan soal kondisi bangunan sekolah. Dengan begitu, masalah kecil tidak berlarut-larut sampai jadi bahaya nyata. KPAI berharap kasus ini jadi pengingat bagi semua pihak bahwa keselamatan anak di sekolah adalah tanggung jawab bersama.

Sekolah aman bukan cuma slogan, tapi harus diwujudkan lewat perhatian rutin terhadap kondisi bangunan. Dua tahun penantian tanpa perbaikan sudah terlalu lama bagi anak-anak yang setiap hari memakai fasilitas itu.

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %